22 Julai 2011

Mengurai Sekat

Telah lama sekat-sekat itu menutupi, bahkan untuk membukanya pun aku tak berani. Memang tak mudah untuk sekedar berani membukanya… Dan akhirnya keberanianpun muncul seiring seseeorang yang telah mengubah segalanya…. membuatku benar menjadi seorang lelaki.. Aku merindumu.. 🙂

Advertisements
4 Jun 2009

Dunia Tanpa Kata

Sebut aja namanya udin; pria separuh baya yang kesehariannya ia habiskan untuk menjajakan makanan di bis kota. Tak peduli panas maupun hujan ia tetap bersemangat menjajakan hanya untuk sebuah cita-cita; sesua nasi untuk keluarga.

siang itu seperti biasa udin menjajakan makanan di dalam bus, tiba-tiba ada seorang anak kecil yang bertanya dengan polosnya, “pak…kok jualannya di dalam bus tidak di warung aja pak…..” tanya anak itu dengan lugunya, udin pun tersenyum, ia jawab lirih aja “….kan warungnya di dalam bus….” jawab udin sambil menawarkan barang dagangannya ke penumpang lain.

malam harinya udin menghitung laba hari itu sambil menyisihkan uang setoran ke pembuat barang dagangannya.  ia teringat ucapan anak tadi siang, tetapi yang ia dapati hanya memori buram 7 bulan yang lalu; ya tujuh bulan yang lalu ketika pasukan berseragam coklat-coklat menghancurkan warungnya. Warung yang ia andalkan untuk menopang hidup sehari-hari harus musnah, warung yang ia bangun dengan cita-cita untuk merubah hidup harus runtuh karena satu alasan : Ketertiban Kota.

dengan dalih tersebut, mereka harus mengahancurkan cita-cita banyak orang, dan sekarang cita-cita itu melayang pergi entah kemana. yang ia rasakan hanya bagaimana menyambung hidup, untuk merajut kembali cita-cita itu. Untuk itulah kenapa ia harus berada di tengah hiruk pikuknya penunmpang dan menjual dengan kata-kata, dan saat ini udin pun harus menjawab “karena dunia itu ……kita harus berkata…..” andai dunia tanpa kata, tak akan ada kata; Penertiban Kota.

Untuk sahabatku Udin dan Udin2 yg lainnya…kwan dunia ini tahu bahwa kebenaran akan menemukan jawabnya……

11 Mac 2009

Persahabatan

Minggu lalu, tak sengaja aku berjumpa dengan seseorang, sungguh antara ingat dan tidak ingat. Kucoba mengorek kembali relung-relung memoriku, tapi tak pernha jua aku menemukan sesuatu mengenai orang ini. kucoba lagi mengingat-ingat barangkali aku pernah berjumpa, atau malah pernah berteman….. sungguh otak ini tak mampu merespon penasaran ini.
Tiba-tiba orang tersebut tersnyum….sungguh tak ku duga sebelumnya, ingatan itu tiba-tiba muncul begitu saja sepertinya aku pernah dekat dengan orang tersebut….. memoriku langsung merespon dan memunculkan beberepa kenangan lama…yang tak pernah terbuka…..aku tidak tahu ada apa dibalik senyum tersebut. Aku mulai berpikir bahwa dibalik senyum ternyata mengandung sesuatu yang dahsyat…. dan aku mulai yakin bahwa dibalik senyum itu tersimpul persahabatan….maka kawan…mulai hari ini aku mulai terseyum berharap ada sahabat-sahabat yang mengenali, atau ada sahabat baru yang sudi berkenan…..

28 Februari 2009

Apa Kabar Dunia….

Tak semudah memandang, karena mata itu cuma dua kawan. Lewat blog ini kucoba berkelana, mencari dari arah yang tak pernah aku lewati, dan mungkin suatu saat aku temukan…aku temukan…. ketika itu kau tersenyum……